Pengaruh prestasi siswa dalam belajar online dimasa covid-19

“PERAN GURU TERHADAP PRESTASI SISWA DALAM BELAJAR ONLINE DIMASA COVID-19” Oleh : Adelia Rahmadani Fitri Nim : 1830101040 Mahasiswi IAIN BATUSANGKAR Peran guru merupakan aspek dinamisasi kedudukan. Pendidik merupakan wadah yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradapan bangsa dan martabat. Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkannya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demoktratis serta bertanggungjawab. Mewujudkan tujuan pendidikan yang dibutuhkan sosok yang mampu menjadi tumpuan proses pendidikan itu berlangsung. Guru merupakan sosok yang dibutuhkan dalam mewujudkan tujuan tersebut. Tenaga professional yang mengajar, mendidik, melatih, menilai dan peserta didik sehingga sosol guru yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan dimasa pandemic sekarang.. Peran guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online. Guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negsra mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa.peran guru ini antara lain meliputi guru sebagai pendidik pengajar, pembimbing, pelatih, penasihat, pembaharu, model dan teladan, pribadi dan guru sebagai peneliti dan masih banyak lagi. Seorang guru mempunyai kepribadian yang khas. Disatu pihak guru harus ramah, sabar, menunjukkan pengertian, memberikan kepercayaan dan menciptakan suasana aman. Akan tetapi dilain pihak, guru harus memberikan tugas, mendorong siswa untuk mencapai tujuan, menegur, memilai, dan mengadakan koreksi. Dengan demikian, kepribadian seorang guru seolah-olah terbagi menjadi 2 bagian. Disatu pihak bersifat empati, dipihak lain bersifat kritis. Disatu pihak menerima,dilain pihak menolak. Maka seorang guru yang tidak bisa memerankan pribadinya sebagi guru, ia akan berpihak kepada kepada salah satu pribadi saja dan berdasarkan hal-hal tersebut. Peran merupakan aspek dinamisasi kedudukan (status). Apabila seorang melaksanakan hak dan kewajiban. Sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan”. Hakekat peran juga dapat dirumuskan sebagai suatu rangkaian prilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu. Berkenan dengan peranan,peor wadarminata mendefinisikan peranan yaitu: suatu yang menjadi bagian atau pegangan pimpinan yang terutama dalam terjadinya suatu hal atau peristiwa.Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses yaitu proses mengatur, mengoorganisasi lingkungan yang ada disekitar peserta didik sehingga dapat menimbulkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Peran dari seseorang guru seabgai pembimbing bertolak belakang dan banyak peserta didik yang bermasalah. Dalam belajar tentunya banyak perbedaan, seperti adanya peserta didik yang mampu mencerna materi pelajaran ada pula peserta didik yang mampu mencerna materi pelajaran. Kedua perbedaan inilah yang menyebabkan guru mampu mengatur strategi pembelajaran yang sesaui dengan keadaan setiap peserta didik. Oleh karena itu hakikat belajar adalah perubahan maka hakikat pembelajaran adalah pengaturan. Proses pembelajaran ditandai dengan adanya interaksi edukatif yang terjadi, yaitu interaksi yang sadar akan tujuan. Guru menyampaikan ilmu-ilmunya yang dimiliki kepada murid-muridnya. Guru merupakan sumber belajar muridnya. Dari gurulah, murid berhitung, membaca, dan menulis. Serta dari gurulah, murid mendapat pengetahuan baru dan pendidikan karakter. Guru sebagai orang tua kedua yang ada disekolah anak anak kandung dirumah. Mengambarkan peran guru sebagai komunikator, sahabat yang dapat memberikan nasihat-nasihat, motivator sebagai pemberi insirasi dan isnprasi itulah mendorong anak supaya bisa berprestasi. Dan mengembangkan sikap dan tingkah laku serta nilai-nila, orang yang mengusai bahan yang diajarkan.Belajar menunjukkan aktivitas yang dilakukan oleh seseorang yang disadari atau disengaja. Aktivitas ini menunjuk pada keaktifan seseorang dalam melakukan aspek mental yang memungkinkan terjadinya perubahan pada dirinya. Dengan demikian, dapat dipahami juga bahwa suatu kegiatan belajar dikatakan baik apabila intensitas keaktifan jasmani maupun mental seseorang semakin tinggi. Sebaliknya meskipun seseorang dikatakan belajar, namun jika keaktifan jasmaniah dan mentalnya rendah berarti kegiatan belajar tersebut tidak secara nyata memahami bahwa dirinya melakukan kegiatan belajar. Kegiatan belajar juga dimaknai sebagai interaksi individu dengan lingkungannya. Lingkungan dalam hal ini adalah obyek-obyek lain yang memungkinkan individu memperoleh pengalaman-pengalaman atau pengetahuan, baik pengalaman atau pengetahuan baru maupun sesuatu yang pernah diperoleh atau ditemukan sebelumnya tetapi menimbulkan perhatian kembali bagi individu tersebut sehingga memungkinkan terjadinya interaksi. Bahwa belajar dan pembelajaran merupakan dua aspek yang saling berhubungan. Kegiatan belajar dan pembelajaran adalah proses interaksi yang bersifat edukasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Belajar merupakan suatu sistem dalam proses pembelajaran, dan pembelajaran terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi satu sama lain, yang terdiri dari: guru, siswa, tujuan, materi, media, metode, dan evaluasi.Prestasi adalah hasil pencapaian maksismal menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap sesuatu yang dikerjakan, dipelajari, difahami dan diterapkan oleh sang anak. Sedangkan belajar adalah suatu aktifitas yang dilakukan secara sadar untuk memperoleh sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Menurut Djamarah prestasi belajar hasil yang diperoleh berupa kesan-kesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari aktifitas siswa dalam belajar. Menurut Ghufron dan Risnawati mengemukakan prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh siswa atau mahasiswa setelah melakukan aktifitas belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai angka atau juga huruf. Pada umunya prestasi akan muncul setelah melakukan sebuah pembelajaran. Setiap proses akan menghasilkan prestasi belajar hanya saja nerbeda dari segi kualitas dan quantitas untuk srtiap individu yang melakukan kegiatan belajar. Prestasi belajar dapat diartikan jika prestasi belajar adalah pencapaian dari sebuah pengalaman yang sudah dijalani oleh seseorang. Prestasi belajar ini merupakan sebuah hasil pencapaian dari suatu proses baik itu perubahan dalam bentuk kualitas tingkah laku, pengetahuan, sikap kecakapan dan lainnya. Dalam artian sebagai perubahan pada diri seseorang menuju ke hal yang lebih baik lagi. Prestasi belajar merupakan ukuran keberhasilan siswa setelah mengalami belajar, dalam bentuk nilai angka atau huruf yang diberikan oleh guru, sebagai contoh nilai mid semester, nilai semester, nilai tugas, nilai ulangan, nilai raport dan sebagainya. Seorang siswa akan memiliki tiga kali prestasi ketika diajarkan oleh seorang guru yang berkualitas terutama pada disiplin. Guru yang memiliki peran penting bagi perkembangan prestasi siswa Prestasi belajar merupakan hal yang penting didukung oleh adanya peran guru. Prestasi siswa dikur dan dihasilkan dari adanya berupa tes, yang tujuannya untuk mencapai tujuan pencapaian hasil yang didapatkan sesuai dengan target. Prestasi sendiri dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Sehingga prestasi belajar dapat dikatakan tercapai, bila tujuan suatu program yang telah ditentukan dapat terpenuhi. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam suatu program pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Prestasi belajar merupakan salah satu aspek yang berperan dalam menciptakan lulusan yang berkualitas. Prestasi belajar merupakan salah satu hasil penilaian setelah proses pembelajaran terlaksana. Prestasi belajar menjadi ujung dari proses pembelajaran sebagai hasil yang dicapai, dan pada dasarnya prestasi belajar siswa merupakan salah satu titik ukur untuk mengetahui kompetensi dari masing-masing siswa. Mendapatkan prestasi belajar yang baik, menjadi salah satu harapan setelah melakukan suatu proses pembelajaran. Dalam mewujudkan prestasi yang diharapkan ini banyak faktor yang mempengaruhinya. Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa efektivitas pembelajaran sangat berperan dalam pencapaian prestasi belajar yang baik, karena kompetensi masing-masing siswa dapat diukur dari prestasi belajarnya. Mengingat pentingnya hasil belajar atau prestasi belajar, maka perlu mencari faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar.Dalam meminimalisir penyebaran COVID -19, pemerintah menerapkan aturan PSSB. PSBB merupakan sisngkatan dari pembatasan sosial berskala besar.pemerintah Indonesia melakukan usaha pembatasan sosiall ini dengan membatasi kegiatan diluar rumah seperti kegiatan pendidikan yang telah dilakukan secara online melalui belajar online. Belajar online memiliki beberapa dampak positif bagi siswa karena siswa dapat belajar dimana dan kapan saja. Akan tetapi, ada permasalahan yang dapat mengganggu proses belajar online yaitu siswa memiliki prestasi belajar ketika menjalankan pembelajaran online, siswa dapat menjadi kuran aktif dalam penyampaian pendapa dan pemikirannya. Sehingga menyebabkan proses belajar yang membosankan. Apabila siswa mengalami kebosanan dalam belajar maka akan memperoleh ketidak majuan dalam hasil belajar. Oleh karena itu, diperlukan pendorong untuk mengerakkan siswa agar semangat belajar sehingga dapat memiliki prestasi belajar. Rujukan Sobon, Kosmas.(2019) peran guru ditengah-pandemi-covid-19 Volume :3 nomor:2 tahun 2019 Sukitman, Tri. (2018) peran guru terhadap prestasi belajar siswa. Volume:2 nomor 1 tahun Sardiman,A.M.2011motivasi dan prestasi belajar siswa bandung: CV.Remaja karya

Comments